Kamis, 30 Mei 2019

Sarana prasarana olahraga di sekolah






Defenisi Sarana dan Prasarana Penjas dan Olahraga 

     Sarana olahraga adalah sumber daya pendukung yang terdiri dari segala bentuk dan jenis peralatan serta perlengkapan yang digunakan dalam kegiatan olahraga. Prasarana olahraga adalah sumber daya pendukung yang terdiri dari tempat olahraga dalam bentuk bangunan diatasnya dan batas fisik statusnya jelas dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk pelaksanaa program kegiatan olahraga


    Fasilitas Pendidikan Jasmani Untuk Sekolahan
Fasilitas olahraga di sekolah merupakan masalah di negara Indonesia. Ditinjau dari kuantitasnya masih sangat terbatas dan tidak merata dan masih terlalu jauh dari batas ideal minimal atau standart minimal. Untuk menuju pendidikan yang berkualitas, maka fasilitas olahraga harus dipenuhi. Adapun yang dimaksud dengan fasilitas menurut hasil Loka Karya Fasilitas Olahraga (1979: 18) dijelaskan bahwa, “Fasilitas olahraga adalah semua lapangan dan bangunan beserta perlengkapannya. Dalam hal ini fasilitas tersebut, macam dan jenisnya dapat berupa lapangan terbuka/luar, lapangan tertutup, kolam renang dan perlengkapan fasilitas olahraga”.

    Fasilitas adalah sarana untuk melancarkan fungsi atau kemudahan. Fasilitas secara umum adalah fasilitas yang disediakan untuk kepentingan umum seperti: jalan raya,alat penerangan, dan lain-lainnya.Fasilitas olahraga di sekolah masih merupakan masalah di negara indonesia. Ditinjau dari kuantitasnya masih sangat terbatas dan tidak merata. Masih terlalu jauh dari batas ideal minimal atau standard minimal.

   Ketersediaan fasilitas olahraga yang ideal sesuai dengan standart, maka pembelajaran pendidikan jasmani akan berjalan lancar sesuai dengan kurikulum. Namun sebaliknya, fasilitas yang tidak sesuai maka pembelajaran tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya, sehingga pembelajaran tidak sesuai dengan kurikulum.

   Pendapat tersebut menunjukkan bahwa, fasilitas olahraga merupakan lapangan atau bangunan yang disertai dengan perlengkapan olahraga. Sebagai contoh fasilitas sepakbola berupa lapangan sepakbola yang dilengkapi seperti gawang, jala, bendera, bola dan lain sebagainya. Keberadaan fasilitas dalam pendidikan jasmani sangat penting, bahkan tidak dapat dipisahkan dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani.

Tujuan Sarana dan Prasarana Penjas dan Olahraga
   Menurut Agus S. Suryobroto (2004:4), tujuan sarana dan prasarana pendidikan jasmani dalam pembelajaran pendidikan jasmani adalah untuk:

  1.  Memperlancar jalannya pembelajaran. Hal ini mengandung arti bahwa dengan adanya sarana dan prasarana akan menyebabkan pembelajaran menjadi lancer, seperti tidak perlu antri atau menunggu siswa lain dalam melakukan aktivitas.
  2. Memudahkan gerak. Dengan sarana dan prasarana akan mempermudah proses pembelajaran pendidikan jasmani.
  3. Mempersulit gerakan. Maksudnya bahwa secara umum melakukan gerakan tanpa alat akan lebih mudah jika dibandingkan dtengan menggunakan alat.
  4. Memacu siswa dalam bergerak. Maksudnya siswa akan terpacu melakukan gerakan jika menggunakan bola, dibanding hanya membayangkan saja. Begitu pula melempar lembing lebih tertarik dengan alat lembing dibanding hanya gerakan bayangan.
  5. Melangsungan aktivitas, karena jika tidak maka tidak jalan. Contohnya main lapangan tanpa ada bola tidak mungkin. Main sepakbola tanpa ada lapangan tidak akan berjalan.
  6. Menjadikan siswa tidak takut untuk melakukan gerakan/aktivitas. Sebagai misal untuk melakukan gerakan salto ke depan atau lompat tinggi gaya flop, jika ada busa yang tebal maka siswa berani melakukan disbanding hanya ada busa tipis saja.

   Manfaat sarana dan prasarana pendidikan jasmani untuk mendukung proses pembelajaran

     Menurut Agus S. Suryobroto (2004:5-6) adalah :
  1. Dapat memacu pertumbuhan dan perkembangan siswa, karena siswa bersikap, berfikir dan bergerak. Dalam hal ini dengan adanya sarana dan prasarana dapat lebih memotivasi siswa dalam bersikap,berfikir, dan melakukan aktivitas jasmani. 
  2. Gerakan dapat lebih mudah atau sulit. Dengan sarana dan prasarana dapat memudahkan gerakan yang sulit, contoh : guling lenting lebig mudah dibantu denga peti lompat dibanding tanpa menggunakan peti lompat. Sebaliknya dalam kaitnya mempersulit gerakan yang mudah, contohnya : secara umum melakukan gerakan awal tanpa alat lebih mudah dibanding dengan menggunakan alat. 
  3. Dapat dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilan.
  4.  Menarik perhatian siswa.


   Standardisasi Sarana dan Prasana Penjas dan Olahraga
   Berikut ini Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia yang berkaitan dengan Standar Sarana dan Prasarana.
  • Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) dan Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Aliyah (SMA/MA).
  •  Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia N0. 40 Tahun 2008 tentang Standar Sarana Prasarana untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).
  • Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 33 Tahun 2008 tentang Standar Sarana Prasarana untuk Sekolah Luar Biasa.
   Persyaratan Sarana dan Prasarana Pendidikan Jasmani menurut Agus S. Suryobroto (2004:16-18) adalah :
  1. Aman. Unsur keamanan merupakan unsur pokok dalam pendidikan jasmani, artinya keamanan dalam pendidikan jasmani merupakan prioritas utama sebelum unsur lain.
  2.  Menarik. Sarana dan prasarana yang baik menarik akan memacu siswa untuk menggunakannya.
  3. Sesuai dengan kebutuhan. Dengan menyediakan sarana dan prasarana hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya.
  4. Sesuai dengan tujuan.
  5. Tidak mudah rusak. Maksudnya adalah penggunaan sarana dan prasarana hendaknya tidak hanya digunakan satu atau dua kali saja.
  6. Sesuai dengan lingkungannya. Maksudnya adalah jangan sampai mengadakan sarana dan prasarana yang tidak sesuai dengan kondisi sekolah, misalnya sarana dan prasarana yang cocok untuk lapangan lunak namun digunakan untuk lapangan keras.
   Beberapa contoh fasilitas olahraga di sekolah, diantaranya:

(Kolam Renang) 

(Lapang Basket) 

(Meja Tenis) 

   Sarana dan prasarana pendidikan jasmani dibutuhkan dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah menjadi hal yang penting dalam proses pembelajaran, karena tanpa adanya sarana dan prasarana membuat proses pembelajaran pendidikan jasmani berjalan kurang baik dan tujuan pendidikan jasmani pun tidak tercapai.
· Sarana prasarana olahraga yang baik dapat menunjang pertumbuhan masyarakat yang baik.

17 komentar:

Sarana prasarana olahraga di sekolah